MAKALAH
SISTEM PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan hidayah-Nya, makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata pelajaran Biologi mengenai sistem peredaran darah pada manusia.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR ISI
BAB I — PENDAHULUAN
- A. Latar Belakang
- B. Rumusan Masalah
- C. Tujuan Penulisan
BAB II — PEMBAHASAN
- A. Pengertian Sistem Peredaran Darah
- B. Bagian-Bagian Sistem Peredaran Darah dan Fungsinya
- C. Mekanisme Peredaran Darah
- D. Gangguan pada Sistem Peredaran Darah
- E. Cara Menjaga Kesehatan Sistem Peredaran Darah
BAB III — PENUTUP
- A. Kesimpulan
- B. Saran
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setiap bagian tubuh kita membutuhkan makanan dan oksigen agar dapat bekerja dengan baik. Zat makanan dan oksigen ini harus dikirim ke seluruh sel tubuh. Di dalam tubuh manusia, terdapat sistem yang bertugas mengangkut zat-zat tersebut, yaitu sistem peredaran darah. Tanpa sistem ini, sel-sel tubuh tidak akan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan dan zat sisa pembakaran tidak akan dapat dikeluarkan dari tubuh. Oleh karena itu, memahami sistem peredaran darah sangat penting bagi kita.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
1. Apa yang dimaksud dengan sistem peredaran darah?
2. Apa saja bagian-bagian sistem peredaran darah dan fungsinya?
3. Bagaimana mekanisme peredaran darah pada manusia?
4. Apa saja gangguan yang dapat terjadi pada sistem peredaran darah?
5. Bagaimana cara menjaga kesehatan sistem peredaran darah?
C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian sistem peredaran darah.
2. Mengetahui bagian-bagian sistem peredaran darah beserta fungsinya.
3. Memahami mekanisme peredaran darah pada manusia.
4. Mengetahui gangguan-gangguan pada sistem peredaran darah.
5. Mengetahui cara menjaga kesehatan sistem peredaran darah.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah adalah sistem organ yang berfungsi mengangkut darah ke seluruh tubuh. Darah membawa oksigen dan sari-sari makanan ke sel-sel tubuh, serta mengangkut zat sisa metabolisme untuk dikeluarkan dari tubuh. Sistem ini terdiri dari tiga komponen utama, yaitu jantung sebagai pompa, pembuluh darah sebagai saluran, dan darah sebagai cairan yang mengalir.
B. Bagian-Bagian Sistem Peredaran Darah dan Fungsinya
1. Jantung
Jantung adalah organ utama dalam sistem peredaran darah, berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Jantung terletak di rongga dada sebelah kiri, di antara kedua paru-paru. Ukuran jantung kira-kira seukuran kepalan tangan pemiliknya. Jantung manusia terbagi menjadi empat ruang, yaitu:
- Serambi Kanan — menerima darah yang miskin oksigen dari seluruh tubuh
- Bilik Kanan — memompa darah miskin oksigen menuju ke paru-paru
- Serambi Kiri — menerima darah yang kaya oksigen dari paru-paru
- Bilik Kiri — memompa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh. Dinding bilik kiri paling tebal karena kerjanya paling berat
Antara serambi dan bilik terdapat katup jantung yang berfungsi agar darah hanya mengalir ke satu arah saja, tidak kembali lagi.
2. Pembuluh Darah
Pembuluh darah adalah saluran tempat mengalirnya darah. Ada tiga jenis pembuluh darah:
- Arteri (Pembuluh Nadi) — membawa darah keluar dari jantung. Dindingnya tebal, elastis, dan kuat. Denyut yang kita rasakan di pergelangan tangan adalah denyut pembuluh nadi
- Vena (Pembuluh Balik) — membawa darah kembali ke jantung. Dindingnya lebih tipis daripada nadi. Di dalam vena terdapat katup-katup kecil agar darah tidak mengalir mundur
- Kapiler — pembuluh darah yang sangat halus dan dindingnya sangat tipis. Di sinilah terjadi pertukaran oksigen, zat makanan, dan zat sisa antara darah dan sel tubuh
3. Darah
Darah adalah cairan yang mengalir di dalam pembuluh darah. Terdiri dari:
- Plasma Darah — cairan kekuningan tempat sel darah melayang
- Sel Darah Merah — mengandung hemoglobin untuk mengangkut oksigen. Berwarna merah karena zat tersebut
- Sel Darah Putih — berfungsi melawan kuman dan penyakit yang masuk ke tubuh
- Keping Darah — berfungsi membantu pembekuan darah saat kita terluka atau berdarah
C. Mekanisme Peredaran Darah
Peredaran darah manusia terbagi menjadi dua jalur, yaitu:
1. Peredaran Darah Kecil
Darah mengalir dari Bilik Kanan → Paru-Paru → Serambi Kiri
Darah yang miskin oksigen dari jantung menuju ke paru-paru untuk mengambil oksigen dan membuang karbon dioksida. Setelah kaya oksigen, darah kembali ke jantung bagian kiri.
2. Peredaran Darah Besar
Darah mengalir dari Bilik Kiri → Seluruh Tubuh → Serambi Kanan
Darah yang kaya oksigen dari jantung dipompa ke seluruh tubuh untuk dikirimkan ke sel-sel tubuh. Setelah melepaskan oksigen, darah membawa karbon dioksida kembali menuju ke jantung bagian kanan.
D. Gangguan pada Sistem Peredaran Darah
Beberapa gangguan yang sering terjadi antara lain:
- Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) — tekanan darah lebih tinggi dari normal, sering disebabkan oleh makanan terlalu asin, stres, atau kurang olahraga
- Tekanan Darah Rendah (Hipotensi) — tekanan darah lebih rendah dari normal, menyebabkan sering pusing dan lemas
- Anemia — jumlah sel darah merah kurang dari normal. Tubuh terasa lemas dan pusing karena kurang oksigen
- Penyakit Jantung — gangguan pada jantung atau pembuluh darah jantung, sering disebabkan oleh penumpukan lemak di pembuluh darah
- Varises — pembuluh vena melebar dan menonjol, biasanya terjadi di kaki karena berdiri terlalu lama
E. Cara Menjaga Kesehatan Sistem Peredaran Darah
- Makan makanan yang mengandung zat besi seperti daging, bayam, dan hati ayam untuk pembentukan sel darah merah
- Kurangi konsumsi makanan yang terlalu asin, berlemak, dan berkolesterol tinggi
- Berolahraga secara teratur agar jantung bekerja lebih sehat dan kuat
- Istirahat yang cukup dan kelola stres dengan baik
- Hindari merokok dan konsumsi alkohol karena dapat merusak pembuluh darah
- Minum air putih yang cukup setiap hari
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sistem peredaran darah manusia terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan darah. Jantung berfungsi sebagai pemompa, pembuluh darah sebagai saluran, dan darah sebagai media pengangkut zat. Peredaran darah manusia terbagi menjadi peredaran darah kecil (jantung–paru–jantung) dan peredaran darah besar (jantung–seluruh tubuh–jantung). Kesehatan sistem peredaran darah sangat penting karena memengaruhi fungsi seluruh organ tubuh.
B. Saran
Disarankan kepada kita semua untuk mulai memperhatikan pola makan dan gaya hidup. Makanlah makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan hindari kebiasaan buruk yang dapat merusak jantung dan pembuluh darah. Jantung yang sehat adalah kunci tubuh yang bugar.
C. Cara Kerja Jantung Memompa Darah
Jantung memompa darah dengan cara berkontraksi dan berelaksasi secara bergantian. Saat dinding jantung berkontraksi, darah terdorong keluar menuju pembuluh darah. Saat jantung berelaksasi, jantung terisi darah kembali. Satu kali kontraksi dan relaksasi disebut satu kali denyut jantung. Jumlah denyut jantung pada orang dewasa yang tenang sekitar 60–80 kali per menit. Anak-anak denyut jantungnya lebih cepat, sedangkan atlet yang terlatih denyut jantungnya lebih lambat tetapi lebih kuat.
Katup di dalam jantung sangat penting fungsinya. Katup ini berfungsi seperti pintu satu arah: terbuka untuk membiarkan darah lewat ke depan, lalu tertutup rapat agar darah tidak kembali ke ruang sebelumnya. Jika katup jantung tidak menutup sempurna, darah akan bocor kembali dan jantung harus bekerja lebih keras, yang lama-kelamaan dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
D. Jenis-Jenis Darah dan Fungsinya Lebih Lengkap
1. Plasma Darah
Sebagian besar darah adalah plasma, yaitu sekitar 55% dari volume darah. Sebagian besar plasma adalah air, sekitar 90%. Di dalam plasma terdapat zat makanan yang sudah diserap dari usus, yaitu glukosa, asam amino, lemak, vitamin, dan mineral. Plasma juga membawa zat sisa seperti karbon dioksida, urea, dan zat sisa lain yang akan dibuang dari tubuh. Selain itu, plasma juga mengandung antibodi yang berfungsi melawan penyakit.
2. Sel Darah Merah
Berbentuk seperti cakram yang cekung di kedua sisinya, tidak memiliki inti sel. Diproduksi di sumsum tulang belakang, terutama pada tulang paha dan tulang rusuk. Masa hidupnya sekitar 120 hari. Setelah tua, sel darah merah akan hancur di hati dan limpa. Zat warna merah pada sel darah merah disebut hemoglobin, yang mampu mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh tubuh. Kekurangan sel darah merah disebut anemia, yang membuat tubuh lemas karena kurang oksigen.
3. Sel Darah Putih
Berbentuk tidak teratur, memiliki inti sel, dan ukurannya lebih besar dari sel darah merah. Jumlahnya lebih sedikit daripada sel darah merah, tetapi akan meningkat tajam saat tubuh sedang sakit atau ada luka terinfeksi kuman. Sel darah putih bergerak bebas keluar masuk pembuluh darah untuk mencari dan memakan kuman penyakit di jaringan tubuh. Kerja sel darah putih disebut daya tahan tubuh. Jika jumlah sel darah putih terlalu banyak secara berlebihan, itu bisa menjadi tanda penyakit serius seperti leukemia.
4. Keping Darah
Berukuran sangat kecil, tidak berwarna, dan tidak memiliki inti sel. Fungsinya sangat penting, yaitu menutup luka agar darah tidak terus-menerus keluar. Saat kita terluka, keping darah akan hancur dan menghasilkan zat yang mengubah zat makanan dalam darah menjadi benang-benang halus. Benang-benang ini akan menyumbat luka sehingga darah membeku dan berhenti mengalir. Jika keping darah terlalu sedikit, luka sulit berhenti berdarah.
E. Perbedaan Antara Pembuluh Nadi dan Pembuluh Balik
Hal yang Dibedakan Pembuluh Nadi (Arteri) Pembuluh Balik (Vena)
Arah Aliran Darah Dari jantung ke seluruh tubuh Dari seluruh tubuh ke jantung
Dinding Pembuluh Tebal, kuat, dan elastis Tipis dan kurang elastis
Letak di Tubuh Agak tersembunyi, lebih dalam Lebih dekat ke permukaan kulit
Adanya Katup Tidak ada kecuali di pangkal jantung Ada di sepanjang pembuluh
Warna Darah Merah terang (kaya oksigen) Merah tua (miskin oksigen)
Denyut Terasa jelas Tidak terasa
F. Penyebab dan Cara Mencegah Penyakit Peredaran Darah
Banyak penyakit peredaran darah yang sebenarnya dapat dicegah dengan kebiasaan yang baik. Beberapa penyebab utamanya antara lain:
- Makanan berlemak berlebihan → menumpuk di dinding pembuluh darah dan menyempitkannya
- Kurang bergerak/olahraga → aliran darah menjadi kurang lancar
- Merokok dan asap rokok → zat nikotin dan karbon monoksida merusak dinding pembuluh darah
- Berat badan berlebih → jantung bekerja lebih berat untuk memompa darah
- Stres berlebihan → meningkatkan tekanan darah secara tiba-tiba
Cara mencegahnya sederhana saja, yaitu makan makanan sehat, bergerak aktif, cukup istirahat, dan tidak merokok. Jantung dan pembuluh darah yang sehat adalah aset paling berharga seumur hidup kita.
Disusun Oleh:
Nama : _________________________
Kelas : _________________________
Sekolah : _________________________
Tanggal : _________________________