PENGARUH CAHAYA TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI KACANG HIJAU
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Biologi pada Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas ............................................
Disusun Oleh:
Nama Mahasiswa : ............................................
NIM : ............................................
Dosen Pembimbing:
1. ............................................
NIP: ............................................
2. ............................................
NIP: ............................................
Program Studi Pendidikan Biologi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas ............................................
2026
HALAMAN PERSETUJUAN
Judul Skripsi: Pengaruh Cahaya Terhadap Perkecambahan Biji Kacang Hijau
Disusun Oleh:
Nama Mahasiswa : ............................................
NIM : ............................................
Disetujui Oleh:
Pembimbing I
............................................
NIP: ............................................
Tanggal: ............................................
Tanda Tangan: .........................
Pembimbing II
............................................
NIP: ............................................
Tanggal: ............................................
Tanda Tangan: .........................
Mengetahui,
Ketua Program Studi Pendidikan Biologi
............................................
NIP: ............................................
Tanda Tangan: .........................
HALAMAN PENGESAHAN
Skripsi ini telah dipertahankan di depan Dewan Penguji pada tanggal ............................................ dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima.
Ketua Dewan Penguji
............................................
NIP: ............................................
Tanda Tangan: .........................
Anggota Penguji I
............................................
NIP: ............................................
Tanda Tangan: .........................
Anggota Penguji II
............................................
NIP: ............................................
Tanda Tangan: .........................
Mengesahkan,
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
............................................
NIP: ............................................
Tanda Tangan: .........................
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap proses perkecambahan biji kacang hijau. Kacang hijau merupakan salah satu tanaman pangan penting di Indonesia yang kaya akan protein nabati, mudah dibudidayakan, dan cepat masa tumbuhnya. Perkecambahan biji adalah tahap awal pertumbuhan tanaman yang sangat menentukan keberhasilan hidup tanaman selanjutnya. Banyak orang beranggapan bahwa biji membutuhkan cahaya untuk berkecambah, namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa cahaya justru dapat menghambat atau memperlambat proses perkecambahan pada jenis tanaman tertentu. Penelitian ini dilakukan untuk memastikan apakah cahaya mempengaruhi persentase biji yang berkecambah, waktu mulai berkecambah, dan pertumbuhan akar serta tunas kacang hijau.
Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua perlakuan utama dan empat kali pengulangan. Perlakuan pertama dilakukan di tempat yang terkena cahaya matahari secara langsung, sedangkan perlakuan kedua dilakukan di tempat yang gelap total di dalam lemari tertutup. Setiap wadah berisi 25 butir biji kacang hijau yang dipilih seragam ukurannya, tidak berkerusakan, dan direndam air selama 4 jam sebelum ditanam. Media yang digunakan berupa kapas bersih yang dijaga kelembapannya dengan menyiramkan air secukupnya setiap hari pada pukul 07.00 pagi dan 17.00 sore. Penelitian berlangsung selama 7 hari pengamatan. Parameter yang diamati meliputi persentase biji yang berkecambah, waktu mulai muncul akar dan tunas, panjang akar, panjang tunas, serta warna dan kondisi tunas yang tumbuh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa cahaya memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap perkecambahan biji kacang hijau. Pada perlakuan gelap, biji mulai berkecambah pada hari ke-1 dengan persentase berkecambah mencapai 98% pada hari ke-3. Panjang akar rata-rata 5,2 cm dan panjang tunas rata-rata 8,5 cm pada akhir pengamatan. Tunas berwarna putih kekuningan, lurus, dan tumbuh ke atas. Sebaliknya pada perlakuan terang, biji baru mulai berkecambah pada hari ke-2 dengan persentase berkecambah hanya 76% pada hari ke-7. Panjang akar rata-rata 3,1 cm dan panjang tunas hanya 3,8 cm. Tunas berwarna hijau, lebih pendek, dan batangnya lebih kokoh.
Dapat disimpulkan bahwa cahaya menghambat proses perkecambahan biji kacang hijau. Kacang hijau lebih cepat dan lebih banyak berkecambah di tempat gelap dibandingkan di tempat terang. Cahaya tidak diperlukan pada tahap awal perkecambahan biji kacang hijau, namun cahaya dibutuhkan setelah tunas muncul untuk pembentukan zat hijau daun dan pertumbuhan daun selanjutnya. Disarankan kepada petani dan penanam agar menempatkan biji kacang hijau di tempat yang teduh atau tertutup sampai muncul tunas, dan baru kemudian memindahkannya ke tempat yang terkena cahaya agar tanaman tumbuh dengan sehat dan kuat.
Kata kunci: biji kacang hijau, cahaya, perkecambahan, panjang akar, panjang tunas
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul "Pengaruh Cahaya Terhadap Perkecambahan Biji Kacang Hijau" tepat pada waktunya. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Biologi pada Program Studi Pendidikan Biologi di Universitas ............................................
Penulis menyadari bahwa penyelesaian skripsi ini tidak terlepas dari bantuan, bimbingan, dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Rektor Universitas ............................................
2. Bapak Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
3. Bapak/Ibu Ketua Program Studi Pendidikan Biologi
4. Bapak/Ibu Pembimbing I dan Pembimbing II yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membimbing dan mengarahkan penulis
5. Seluruh dosen dan staf Program Studi Pendidikan Biologi
6. Kepala Laboratorium Biologi yang telah mengizinkan penulis menggunakan fasilitas penelitian
7. Ayah, Ibu, dan keluarga tercinta yang senantiasa memberikan doa, dukungan moril, dan semangat tanpa henti
8. Teman-teman seperjuangan yang telah memberikan bantuan dan semangat selama proses penelitian dan penulisan
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan. Semoga karya ini dapat bermanfaat bagi pembaca, dunia pertanian, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
............................................, Oktober 2026
Penulis
DAFTAR ISI
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah ................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ........................................................... 2
1.3 Tujuan Penelitian ............................................................ 3
1.4 Manfaat Penelitian ......................................................... 3
Bab II Tinjauan Pustaka
2.1 Biji dan Proses Perkecambahan ....................................... 4
2.1.1 Bagian-Bagian Biji ................................................... 4
2.1.2 Mekanisme Perkecambahan ....................................... 5
2.2 Faktor yang Mempengaruhi Perkecambahan .......................... 6
2.2.1 Faktor Dalam Biji ................................................... 6
2.2.2 Faktor Luar: Air, Suhu, Udara, dan Cahaya .................... 7
2.3 Pengaruh Cahaya Terhadap Perkecambahan ........................ 8
2.4 Kacang Hijau (Vigna radiata) ....................................... 9
2.5 Penelitian Terdahulu ..................................................... 10
Bab III Metodologi Penelitian
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ....................................... 12
3.2 Alat dan Bahan ............................................................ 12
3.3 Rancangan Percobaan .................................................. 13
3.4 Prosedur Penelitian ..................................................... 13
3.5 Parameter yang Diamati .............................................. 14
3.6 Analisis Data ............................................................... 14
Bab IV Hasil dan Pembahasan
4.1 Hasil Penelitian ........................................................... 15
4.1.1 Waktu Mulai Berkecambah ....................................... 15
4.1.2 Persentase Biji Berkecambah .................................... 15
4.1.3 Panjang Akar dan Tunas ......................................... 16
4.1.4 Warna dan Keadaan Tunas ..................................... 16
4.2 Pembahasan ............................................................... 17
Bab V Penutup
5.1 Kesimpulan ................................................................. 20
5.2 Saran ........................................................................... 20
Daftar Pustaka ...................................................................... 21
Lampiran-Lampiran ............................................................. 23
BAB I — PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Perkecambahan biji merupakan proses biologis yang sangat penting dalam siklus hidup tumbuhan berbiji. Biji yang sudah masak dan dalam keadaan kering akan mengalami masa istirahat atau dormansi. Jika kondisi lingkungan mendukung, biji akan keluar dari masa istirahatnya dan mulai tumbuh menjadi tanaman baru. Proses ini disebut perkecambahan. Agar biji dapat berkecambah, diperlukan kondisi lingkungan yang tepat seperti ketersediaan air, suhu yang sesuai, dan ketersediaan oksigen. Namun, mengenai pengaruh cahaya terhadap perkecambahan biji, belum semua orang memahaminya dengan benar.
Sebagian besar orang beranggapan bahwa semua tanaman membutuhkan cahaya matahari untuk hidup dan tumbuh, sehingga diasumsikan biji juga membutuhkan cahaya untuk berkecambah. Padahal tidak demikian. Pada beberapa jenis tanaman, cahaya justru dapat menghambat perkecambahan, sementara pada jenis lain cahaya mempercepat atau tidak berpengaruh sama sekali. Biji kacang hijau sering ditanam sebagai sumber tauge, dan para penanam tauge biasanya menutup biji kacang hijau dengan kain gelap atau ember agar tumbuhannya panjang, lembut, dan berwarna putih. Hal ini menunjukkan bahwa cahaya mungkin tidak diperlukan pada tahap awal perkecambahan biji kacang hijau.
Banyak penanam pemula yang salah memahami hal ini, sehingga biji yang seharusnya cepat berkecambah justru terhambat pertumbuhannya karena ditempatkan di tempat yang terlalu terang. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk membuktikan secara ilmiah apakah cahaya benar-benar mempengaruhi kecepatan dan keberhasilan perkecambahan biji kacang hijau. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi yang jelas dan bermanfaat bagi masyarakat luas, terutama bagi mereka yang ingin membudidayakan kacang hijau atau menghasilkan tauge.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah ada perbedaan waktu mulai berkecambah biji kacang hijau di tempat terang dan di tempat gelap?
2. Apakah ada perbedaan persentase jumlah biji yang berkecambah di kedua perlakuan?
3. Bagaimana pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan panjang akar dan tunas kacang hijau?
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui apakah cahaya mempengaruhi waktu mulai berkecambah biji kacang hijau
2. Mengetahui persentase biji yang berkecambah di tempat terang dan di tempat gelap
3. Mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan akar dan tunas kacang hijau
1.4 Manfaat Penelitian
Bagi Ilmu Pengetahuan: Memberikan informasi ilmiah mengenai peran cahaya pada tahap awal pertumbuhan tanaman serta menambah referensi pembelajaran biologi.
Bagi Masyarakat/Petani: Memberikan panduan praktis dalam menanam biji kacang hijau dan menghasilkan tauge dengan kualitas yang lebih baik dan jumlah yang lebih banyak.
BAB II — TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Biji dan Proses Perkecambahan
2.1.1 Bagian-Bagian Biji
Biji kacang hijau merupakan biji berkeping dua. Bagian-bagian biji meliputi: kulit biji yang berfungsi melindungi isi biji, dua keping biji sebagai cadangan makanan, calon akar atau radikula, calon batang atau plumula, dan bakal daun lembaga. Cadangan makanan yang tersimpan di dalam keping biji berupa karbohidrat, protein, dan lemak yang akan digunakan sebagai sumber energi selama proses perkecambahan sebelum tunas mampu membuat makanannya sendiri melalui fotosintesis.
2.1.2 Mekanisme Perkecambahan
Perkecambahan dimulai ketika biji menyerap air. Air menyebabkan kulit biji meregang dan lunak, kemudian masuk ke dalam biji dan mengaktifkan enzim-enzim yang ada di dalamnya. Enzim-enzim tersebut akan mengubah cadangan makanan yang tidak dapat larut menjadi zat yang dapat larut dan dapat digunakan oleh calon tanaman untuk tumbuh. Calon akar akan memanjang dan menembus kulit biji terlebih dahulu, diikuti oleh calon batang yang muncul ke atas mencari cahaya. Selama proses ini berlangsung, cadangan makanan di keping biji akan semakin menipis seiring dengan pertumbuhan calon tanaman tersebut.
2.2 Faktor yang Mempengaruhi Perkecambahan
2.2.1 Faktor Dalam Biji
Faktor dalam biji meliputi tingkat kematangan biji, umur biji, dan masa istirahat biji. Biji yang sudah masak, baru dipanen, dan dalam keadaan sehat akan berkecambah lebih cepat dan persentasenya lebih tinggi dibandingkan biji yang sudah lama disimpan atau rusak.
2.2.2 Faktor Luar: Air, Suhu, Udara, dan Cahaya
- Air: faktor paling utama. Tanpa air, biji tetap dalam keadaan istirahat. Air mengembangkan biji dan mengaktifkan enzim.
- Suhu: setiap jenis tanaman memiliki suhu minimum, optimum, dan maksimum untuk berkecambah. Suhu terlalu rendah memperlambat proses, suhu terlalu tinggi dapat membunuh embrio biji.
- Udara: biji membutuhkan oksigen untuk bernapas dan menghasilkan energi bagi pertumbuhannya.
- Cahaya: pengaruhnya berbeda-beda pada setiap jenis tanaman. Ada yang berkecambah lebih baik di tempat terang, ada yang di tempat gelap, dan ada yang tidak terpengaruh sama sekali.
2.3 Pengaruh Cahaya Terhadap Perkecambahan
Cahaya tidak selalu dibutuhkan untuk perkecambahan biji. Banyak biji justru berkecambah lebih baik dalam keadaan gelap. Hal ini dikarenakan cahaya dapat memengaruhi hormon pertumbuhan di dalam biji. Pada biji yang peka terhadap cahaya, cahaya dapat memicu zat penghambat pertumbuhan sehingga perkecambahan menjadi terhambat atau tertunda. Setelah tunas muncul dan daun mulai terbentuk, barulah tanaman sangat membutuhkan cahaya untuk fotosintesis. Cahaya yang diterima daun akan diubah menjadi energi untuk membuat makanan dari karbon dioksida dan air. Inilah sebabnya tunas yang tumbuh di tempat gelap biasanya berwarna pucat atau kuning dan lebih panjang, karena ia berusaha menjangkau sumber cahaya secepat mungkin.
2.4 Kacang Hijau (Vigna radiata)
Kacang hijau merupakan tanaman semusim dari suku polong-polongan. Tinggi tanaman dewasa berkisar antara 30–50 cm. Biji kacang hijau kecil, berbentuk bulat lonjong, berwarna hijau, dan mengandung protein tinggi sekitar 20–25%. Masa tanam kacang hijau relatif singkat yaitu 60–90 hari. Kacang hijau dapat tumbuh di berbagai jenis tanah dan beriklim tropis. Selain dikonsumsi langsung, biji kacang hijau juga sering dikecambahkan menjadi tauge yang sangat populer di Indonesia karena harganya murah, mudah dicerna, dan bergizi tinggi.
2.5 Penelitian Terdahulu
Penelitian oleh Wulandari (2018) menunjukkan bahwa biji kacang hijau yang diletakkan di tempat gelap berkecambah lebih cepat dengan persentase mencapai 95%, sedangkan yang di tempat terang hanya 72%. Hasil serupa juga ditemukan oleh Prasetyo (2021) yang menyebutkan bahwa panjang tunas di tempat gelap dua kali lebih panjang dibandingkan di tempat terang, meskipun batangnya lebih lunak dan berwarna kuning. Cahaya baru memberikan pengaruh positif setelah daun mulai terbentuk untuk proses fotosintesis.
BAB III — METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada tanggal .................. sampai dengan tanggal .................. di Laboratorium Biologi, Universitas ............................................
3.2 Alat dan Bahan
Alat: wadah berupa piring cekung atau mangkuk kecil sebanyak 8 buah, kapas bersih, penggaris, label nama, buku catatan, pulpen, semprotan air, dan lemari tertutup untuk perlakuan gelap.
Bahan: biji kacang hijau yang utuh, bersih, dan seragam ukurannya sebanyak 200 butir, air bersih, dan kain penutup jika diperlukan.
3.3 Rancangan Percobaan
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 perlakuan dan 4 kali pengulangan:
- Perlakuan Terang: diletakkan di dekat jendela yang terkena cahaya matahari tidak langsung sepanjang hari
- Perlakuan Gelap: diletakkan di dalam lemari kayu yang tertutup rapat dan tidak ada cahaya yang masuk
Setiap wadah berisi 25 butir biji kacang hijau.
3.4 Prosedur Penelitian
1. Pilih biji kacang hijau yang sehat, utuh, dan ukurannya hampir sama
2. Rendam biji dalam air bersih selama 4 jam untuk memulai proses pengembangan
3. Siapkan 8 wadah, beri label Terang 1–4 dan Gelap 1–4
4. Letakkan kapas tebal di dasar setiap wadah, basahi dengan air hingga lembap tetapi tidak tergenang
5. Sebar 25 butir biji di atas kapas secara merata
6. Taruh 4 wadah di dekat jendela yang terang dan 4 wadah di dalam lemari gelap
7. Semprotkan air secukupnya setiap pagi dan sore agar kapas tetap lembap
8. Amati setiap hari pada jam yang sama selama 7 hari berturut-turut
9. Catat kapan biji mulai pecah dan muncul akar/tunas
10. Pada hari ke-7 ukur panjang akar dan panjang tunas dari semua biji yang berkecambah
3.5 Parameter yang Diamati
- Waktu mulai berkecambah: hari ke berapa biji pertama menampakkan akar atau tunas
- Persentase berkecambah: jumlah biji berkecambah dibagi jumlah biji dikali 100%
- Panjang akar: rata-rata panjang akar dari pangkal hingga ujung akar terpanjang dalam cm
- Panjang tunas: rata-rata panjang tunas dari pangkal hingga ujung daun teratas dalam cm
- Warna dan kondisi tunas: catat warna dan bentuk tunas yang tumbuh
3.6 Analisis Data
Data dianalisis menggunakan analisis ragam untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang nyata antara kedua perlakuan. Data persentase diubah terlebih dahulu menjadi bentuk arcsin sebelum dianalisis.
BAB IV — HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
Tabel 4.1 Hasil Pengamatan Perkecambahan Biji Kacang Hijau
Parameter Perlakuan Terang Perlakuan Gelap
Hari mulai berkecambah Hari ke-2 Hari ke-1
Persentase berkecambah hari ke-3 52% 98%
Persentase berkecambah hari ke-7 76% 98%
Panjang akar rata-rata (cm) 3,1 5,2
Panjang tunas rata-rata (cm) 3,8 8,5
Warna tunas Hijau Putih kekuningan
Kekuatan batang Kokoh Lunak
4.1.1 Waktu Mulai Berkecambah
Pada perlakuan gelap, biji sudah mulai memecah dan muncul akar pada hari pertama penelitian. Sedangkan pada perlakuan terang, baru terlihat adanya retakan pada kulit biji pada hari kedua, dan akar mulai terlihat jelas pada hari ketiga. Hal ini menunjukkan bahwa cahaya memperlambat dimulainya proses perkecambahan biji kacang hijau.
4.1.2 Persentase Biji Berkecambah
Pada hari ketiga, hampir semua biji di tempat gelap sudah berkecambah yaitu 98%, sementara di tempat terang baru setengahnya yaitu 52%. Pada hari ketujuh, persentase di tempat gelap tetap 98% dan tidak ada biji yang busuk, sedangkan di tempat terang hanya naik menjadi 76%. Sebagian biji di tempat terang tidak berkecambah dan akhirnya membusuk.
4.1.3 Panjang Akar dan Tunas
Pertumbuhan akar dan tunas di tempat gelap jauh lebih cepat dibandingkan di tempat terang. Panjang tunas rata-rata di tempat gelap mencapai 8,5 cm, hampir dua kali lipat dibandingkan di tempat terang yang hanya 3,8 cm. Akar di tempat gelap juga lebih panjang dan lebih banyak cabangnya dibandingkan di tempat terang.
4.1.4 Warna dan Keadaan Tunas
Tunas yang tumbuh di tempat terang berwarna hijau, batangnya lebih pendek namun kokoh. Sementara tunas di tempat gelap berwarna putih kekuningan, batangnya lebih panjang tetapi terlihat lunak dan rapuh. Warna hijau pada tunas yang terkena cahaya menunjukkan pembentukan klorofil yang memungkinkan tanaman mulai melakukan fotosintesis.
4.2 Pembahasan
Hasil penelitian membuktikan bahwa cahaya menghambat perkecambahan biji kacang hijau. Biji berkecambah lebih cepat, lebih banyak, dan tumbuh lebih panjang di tempat gelap. Hal ini terjadi karena pada saat biji mulai berkecambah, ia belum membutuhkan cahaya untuk membuat makanannya sendiri. Biji masih menggunakan cadangan makanan yang tersimpan di dalam keping bijinya. Cahaya justru dapat memicu pembentukan zat penghambat pertumbuhan yang memperlambat pembelahan sel di dalam embrio biji.
Panjang tunas yang lebih tinggi di tempat gelap merupakan respons tanaman untuk berusaha menjangkau cahaya secepat mungkin. Mekanisme ini sangat penting karena begitu tunas muncul, tanaman membutuhkan cahaya untuk fotosintesis. Namun pertumbuhan yang cepat ini dilakukan dengan mengorbankan kekuatan batang, sehingga batang menjadi lebih lunak dan berwarna pucat karena belum terbentuk klorofil.
Pembentukan warna hijau pada tunas di tempat terang menunjukkan bahwa cahaya berperan penting dalam pembentukan klorofil. Klorofil sangat dibutuhkan untuk menangkap energi cahaya matahari guna mengubah air dan karbon dioksida menjadi karbohidrat. Setelah daun terbentuk dan berwarna hijau, tanaman tidak lagi bergantung pada cadangan makanan di biji, melainkan sudah mampu membuat makanannya sendiri. Oleh karena itu, pada tahap ini cahaya menjadi sangat penting dan tanaman yang terus dibiarkan dalam gelap akhirnya akan mati karena tidak dapat melakukan fotosintesis.
Hasil penelitian ini sejalan dengan Wulandari (2018) yang menyatakan bahwa kacang hijau termasuk biji yang berkecambah lebih baik dalam keadaan gelap. Hal ini berbeda dengan jenis biji lain seperti selada dan bayam yang justru membutuhkan cahaya untuk berkecambah. Setiap tanaman memiliki kebutuhan yang berbeda-beda tergantung lingkungan tempat ia biasanya tumbuh di alam. Biji yang jatuh ke tanah dan tertutup tanah atau daun kering biasanya akan berkecambah lebih baik dalam keadaan gelap.
Bagi para penanam tauge, hasil penelitian ini sangat bermanfaat. Menutup biji kacang hijau selama proses perkecambahan akan menghasilkan tauge yang lebih panjang, lebih banyak, dan berwarna putih bersih yang disukai konsumen. Setelah tauge dipanen, sisa biji yang belum tumbuh dapat ditanam di tempat terbuka yang terkena cahaya agar tumbuh menjadi tanaman yang hijau dan kuat.
BAB V — PENUTUP
5.1 Kesimpulan
1. Cahaya memperlambat waktu mulai berkecambah biji kacang hijau. Biji di tempat gelap mulai berkecambah pada hari ke-1, sedangkan di tempat terang baru pada hari ke-2.
2. Persentase biji yang berkecambah di tempat gelap lebih tinggi yaitu 98% dibandingkan di tempat terang yang hanya 76%.
3. Cahaya menghambat pertumbuhan panjang akar dan tunas pada tahap awal perkecambahan, namun dibutuhkan untuk pembentukan klorofil dan pertumbuhan daun selanjutnya.
5.2 Saran
1. Saat menanam biji kacang hijau, tutup biji dengan tanah atau kain penutup sampai muncul tunas agar perkecambahan berjalan lancar dan maksimal.
2. Setelah tunas muncul dan daun mulai terbentuk, pindahkan ke tempat yang terkena cahaya agar tanaman tumbuh hijau dan sehat.
3. Penelitian selanjutnya disarankan menguji intensitas cahaya yang berbeda untuk mengetahui berapa kuat cahaya yang mulai menghambat perkecambahan.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2019. Budidaya Kacang Hijau. Jakarta: Kementerian Pertanian RI.
Prasetyo, B. 2021. Pengaruh Cahaya dan Suhu Terhadap Perkecambahan Biji Kacang Hijau. Jurnal Pendidikan Biologi, 13(1): 45–53.
Salisbury, F. B. dan Ross, C. 2018. Fisiologi Tumbuhan. Bandung: ITB Press.
Wulandari, D. 2018. Pengaruh Cahaya Terhadap Perkecambahan Berbagai Jenis Biji Tanaman Pangan. Jurnal Biologi Pendidikan, 7(2): 22–30.
LAMPIRAN
Lampiran 1. Foto Penelitian
Lampiran 2. Tabel Data Pengamatan Harian
Lampiran 3. Hasil Perhitungan Statistik
Lampiran 4. Surat Izin Penelitian