PENGARUH JENIS PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA

PENGARUH JENIS PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA
SKRIPSI
 
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Perikanan pada Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan Universitas ............................................
 
Disusun Oleh:
Nama Mahasiswa : ............................................
NIM : ............................................
 
Dosen Pembimbing:
 
1. ............................................
NIP: ............................................
2. ............................................
NIP: ............................................
 
Program Studi Budidaya Perairan
Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan
Universitas ............................................
2026
 
 
 
HALAMAN PERSETUJUAN
 
Judul Skripsi: Pengaruh Jenis Pakan Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila
 
Disusun Oleh:
Nama Mahasiswa : ............................................
NIM : ............................................
 
Disetujui Oleh:
 
Pembimbing I
............................................
NIP: ............................................
Tanggal: ............................................
Tanda Tangan: .........................
 
Pembimbing II
............................................
NIP: ............................................
Tanggal: ............................................
Tanda Tangan: .........................
 
Mengetahui,
Ketua Program Studi Budidaya Perairan
............................................
NIP: ............................................
Tanda Tangan: .........................
 
 
 
HALAMAN PENGESAHAN
 
Skripsi ini telah dipertahankan di depan Dewan Penguji pada tanggal ............................................ dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima.
 
Ketua Dewan Penguji
............................................
NIP: ............................................
Tanda Tangan: .........................
 
Anggota Penguji I
............................................
NIP: ............................................
Tanda Tangan: .........................
 
Anggota Penguji II
............................................
NIP: ............................................
Tanda Tangan: .........................
 
Mengesahkan,
Dekan Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan
............................................
NIP: ............................................
Tanda Tangan: .........................
 
 
 
ABSTRAK
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Ikan nila merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia karena pertumbuhannya relatif cepat, dapat dipanen dalam waktu singkat, dan harganya terjangkau oleh masyarakat luas. Salah satu faktor yang paling menentukan keberhasilan budidaya ikan nila adalah pakan. Biaya pakan dapat mencapai 60–70% dari total biaya produksi, sehingga pemilihan jenis pakan yang tepat sangat penting untuk efisiensi biaya dan keuntungan usaha. Jenis pakan yang umum digunakan meliputi pakan buatan pabrik, pakan alami, dan pakan alternatif. Setiap jenis pakan memiliki kandungan gizi, harga, dan ketersediaan yang berbeda-beda.
 
Penelitian ini dilaksanakan selama 60 hari di Laboratorium Budidaya Perairan Universitas ............................................ menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diujikan meliputi: Perlakuan A (pakan pelet komersial), Perlakuan B (tepung ikan), Perlakuan C (ampas tahu fermentasi), dan Perlakuan D (pelet buatan sendiri berbahan baku lokal). Ikan nila yang digunakan berukuran seragam dengan bobot awal rata-rata 5–7 gram dan panjang 4–6 cm. Setiap wadah berisi 20 ekor ikan nila dengan sistem aerasi yang sama. Pakan diberikan sebanyak 3 kali sehari pada pagi, siang, dan sore hari sebanyak 5% dari bobot total biomassa ikan. Parameter yang diamati meliputi pertambahan bobot mutlak, pertambahan panjang mutlak, laju pertumbuhan harian, rasio konversi pakan, tingkat kelangsungan hidup, dan analisis keuntungan ekonomi.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pakan memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pertumbuhan ikan nila. Ikan nila yang diberi pakan pelet komersial menunjukkan pertambahan bobot tertinggi yaitu 42,5 gram, laju pertumbuhan harian 0,71 gram/hari, dan konversi pakan 1,58. Namun biaya pakan paling tinggi yaitu Rp 8.500 per kg. Pakan tepung ikan menghasilkan pertambahan bobot sebesar 36,2 gram dengan laju pertumbuhan harian 0,60 gram/hari dan konversi pakan 1,75. Pakan ampas tahu fermentasi menghasilkan pertambahan bobot terendah yaitu 21,8 gram dengan laju pertumbuhan harian 0,36 gram/hari, namun biaya pakan paling murah hanya Rp 1.200 per kg. Pakan pelet buatan sendiri menghasilkan pertumbuhan yang cukup baik yaitu 33,7 gram dengan laju pertumbuhan harian 0,56 gram/hari dan konversi pakan 1,83, namun biaya pakan lebih terjangkau yaitu Rp 3.200 per kg. Tingkat kelangsungan hidup ikan pada semua perlakuan relatif tinggi berkisar antara 85% hingga 95%.
 
Dapat disimpulkan bahwa pakan pelet komersial menghasilkan pertumbuhan tercepat dan konversi terbaik namun biaya paling tinggi. Pakan pelet buatan sendiri memberikan pertumbuhan yang cukup baik dengan biaya jauh lebih ekonomis, sehingga lebih menguntungkan secara ekonomi bagi pembudidaya dengan modal terbatas. Disarankan kepada pembudidaya ikan nila untuk dapat memanfaatkan bahan baku lokal yang tersedia di sekitar lingkungan sebagai bahan penyusun pakan alternatif guna menekan biaya produksi tanpa mengorbankan pertumbuhan ikan secara signifikan.
 
Kata kunci: ikan nila, jenis pakan, pertumbuhan, konversi pakan, kelangsungan hidup, biaya produksi
 
 
 
KATA PENGANTAR
 
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul "Pengaruh Jenis Pakan Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila" tepat pada waktunya. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Perikanan pada Program Studi Budidaya Perairan di Universitas ............................................
 
Penulis menyadari bahwa penyelesaian skripsi ini tidak terlepas dari bantuan, bimbingan, dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
 
1. Bapak Rektor Universitas ............................................
2. Bapak Dekan Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan
3. Bapak/Ibu Ketua Program Studi Budidaya Perairan
4. Bapak/Ibu Pembimbing I dan Pembimbing II yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membimbing dan mengarahkan penulis
5. Seluruh dosen dan staf Program Studi Budidaya Perairan
6. Kepala Laboratorium Budidaya Perairan yang telah mengizinkan penulis menggunakan fasilitas penelitian
7. Ayah, Ibu, dan keluarga tercinta yang senantiasa memberikan doa, dukungan moril, dan semangat tanpa henti
8. Teman-teman seperjuangan yang telah memberikan bantuan dan semangat selama proses penelitian dan penulisan
 
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan. Semoga karya ini dapat bermanfaat bagi pembaca, dunia perikanan budidaya, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
 
............................................, Oktober 2026
 
Penulis
 
 
 
DAFTAR ISI
 
Bab I  Pendahuluan
 1.1 Latar Belakang Masalah ................................................... 1
 1.2 Rumusan Masalah ........................................................... 3
 1.3 Tujuan Penelitian ............................................................ 3
 1.4 Manfaat Penelitian ......................................................... 4
 
Bab II  Tinjauan Pustaka
 2.1 Ikan Nila (Oreochromis niloticus) .................................. 5
  2.1.1 Klasifikasi dan Morfologi ........................................... 5
  2.1.2 Kebiasaan Makan dan Pertumbuhan ............................. 6
 2.2 Pakan Ikan dan Kebutuhan Gizi ....................................... 7
  2.2.1 Zat Gizi yang Dibutuhkan Ikan .................................. 7
  2.2.2 Jenis-Jenis Pakan Ikan .............................................. 9
 2.3 Konversi Pakan dan Pertumbuhan Ikan ........................... 11
 2.4 Penelitian Terdahulu ..................................................... 12
 
Bab III Metodologi Penelitian
 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ....................................... 14
 3.2 Alat dan Bahan ............................................................ 14
 3.3 Rancangan Percobaan .................................................. 15
 3.4 Prosedur Penelitian ..................................................... 15
 3.5 Parameter yang Diamati .............................................. 17
 3.6 Analisis Data ............................................................... 17
 
Bab IV Hasil dan Pembahasan
 4.1 Hasil Penelitian ........................................................... 18
  4.1.1 Pertambahan Bobot Mutlak ....................................... 18
  4.1.2 Pertambahan Panjang Mutlak .................................... 19
  4.1.3 Laju Pertumbuhan Harian ......................................... 20
  4.1.4 Rasio Konversi Pakan ............................................... 20
  4.1.5 Tingkat Kelangsungan Hidup ..................................... 21
  4.1.6 Analisis Biaya dan Keuntungan .................................. 21
 4.2 Pembahasan ............................................................... 23
 
Bab V  Penutup
 5.1 Kesimpulan ................................................................. 27
 5.2 Saran ........................................................................... 27
 
Daftar Pustaka ...................................................................... 29
 
Lampiran-Lampiran ............................................................. 31
 
 
 
BAB I — PENDAHULUAN
 
1.1 Latar Belakang Masalah
 
Ikan nila merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang paling penting dan paling banyak dibudidayakan di Indonesia. Ikan nila memiliki banyak keunggulan antara lain: pertumbuhan relatif cepat, tahan terhadap kondisi lingkungan yang beragam, mudah dipelihara, dapat hidup pada kepadatan tinggi, dan telur ikan nila dapat menetas sendiri sehingga penyediaan benih relatif mudah. Permintaan pasar terhadap ikan nila terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi ikan sebagai sumber protein hewani yang murah dan bergizi.
 
Salah satu faktor penentu keberhasilan usaha budidaya ikan nila adalah ketersediaan pakan yang berkualitas dengan harga terjangkau. Biaya pakan dapat menyumbang 60–70% dari total biaya produksi budidaya ikan. Oleh karena itu, pemilihan jenis pakan yang tepat sangat menentukan keuntungan yang akan diperoleh pembudidaya. Saat ini terdapat berbagai jenis pakan yang dapat digunakan, mulai dari pakan pelet buatan pabrik yang lengkap kandungan gizinya namun harganya relatif mahal, hingga bahan-bahan alami di sekitar lingkungan yang harganya jauh lebih murah namun kandungan gizinya belum tentu lengkap.
 
Banyak pembudidaya yang masih bingung dalam memilih jenis pakan yang tepat. Sebagian lebih memilih pakan pabrik karena praktis dan pertumbuhan ikan terjamin, namun keuntungan berkurang karena biaya pakan mahal. Sebagian lain menggunakan pakan alternatif yang murah namun pertumbuhan ikan menjadi lambat dan waktu panen menjadi lebih lama. Belum banyak informasi ilmiah yang membandingkan berbagai jenis pakan sekaligus dari aspek pertumbuhan, efisiensi pakan, maupun keuntungan ekonomisnya.
 
Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk membandingkan pertumbuhan ikan nila yang diberi pakan pelet komersial, tepung ikan, ampas tahu fermentasi, dan pelet buatan sendiri berbahan baku lokal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang jelas kepada para pembudidaya dalam memilih jenis pakan yang paling sesuai dengan kondisi dan kemampuan modal yang dimiliki.
 
1.2 Rumusan Masalah
 
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
 
1. Apakah terdapat perbedaan pertumbuhan ikan nila yang diberi jenis pakan yang berbeda?
2. Jenis pakan manakah yang menghasilkan pertumbuhan terbaik dan paling efisien secara ekonomi?
3. Bagaimana tingkat kelangsungan hidup ikan nila yang diberi berbagai jenis pakan tersebut?
 
1.3 Tujuan Penelitian
 
Penelitian ini bertujuan untuk:
 
1. Mengetahui pertumbuhan ikan nila pada berbagai jenis pakan yang diujikan
2. Mengetahui rasio konversi pakan yang paling efisien dari berbagai perlakuan
3. Mengetahui jenis pakan yang paling menguntungkan secara ekonomi bagi pembudidaya
 
1.4 Manfaat Penelitian
 
Bagi Ilmu Pengetahuan: Memberikan data ilmiah mengenai pengaruh berbagai jenis pakan terhadap pertumbuhan ikan nila serta menambah referensi pakan alternatif berbahan baku lokal.
 
Bagi Pembudidaya: Memberikan informasi praktis dan akurat mengenai pilihan pakan yang tersedia, sehingga pembudidaya dapat memilih jenis pakan yang paling sesuai dengan kemampuan modal dan kondisi lingkungan sekitar.
 
 
 
BAB II — TINJAUAN PUSTAKA
 
2.1 Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
 
2.1.1 Klasifikasi dan Morfologi
 
Ikan nila pertama kali dimasukkan ke Indonesia pada tahun 1969 dan sejak itu berkembang pesat menjadi salah satu ikan budidaya utama. Klasifikasi ikan nila:
 
- Kingdom: Animalia
- Filum: Chordata
- Kelas: Actinopterygii
- Ordo: Cichliformes
- Famili: Cichlidae
- Genus: Oreochromis
- Spesies: Oreochromis niloticus
 
Ikan nila memiliki tubuh yang agak memanjang dan pipih ke samping. Warna tubuh bagian atas kehijauan hingga kecokelatan dan bagian bawah keputihan. Ikan nila memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat baik terhadap berbagai kondisi lingkungan air tawar.
 
2.1.2 Kebiasaan Makan dan Pertumbuhan
 
Ikan nila termasuk jenis ikan yang memakan segala atau omnivora. Di alam liar ikan nila memakan fitoplankton, zooplankton, serangga kecil, cacing, udang kecil, dan bahan organik yang melayang di air. Dalam budidaya, ikan nila dapat diberi pakan berupa pelet, dedak, ampas tahu, daunan, dan sisa-sisa bahan pertanian. Pertumbuhan ikan nila dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: kualitas air, suhu, kepadatan, kualitas dan kuantitas pakan, serta keturunan ikan itu sendiri.
 
2.2 Pakan Ikan dan Kebutuhan Gizi
 
2.2.1 Zat Gizi yang Dibutuhkan Ikan
 
Pakan ikan harus mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh, yaitu:
 
- Protein: berfungsi sebagai bahan pembangun sel-sel tubuh dan jaringan baru
- Lemak: sumber energi cadangan dan pelarut vitamin
- Karbohidrat: sumber energi utama
- Vitamin dan Mineral: menjaga daya tahan tubuh dan fungsi organ tubuh
 
Kekurangan atau kelebihan salah satu zat gizi dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, daya tahan tubuh menurun, dan pakan menjadi tidak efisien.
 
2.2.2 Jenis-Jenis Pakan Ikan
 
Secara umum pakan ikan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:
 
- Pakan Alami: organisme hidup yang dimakan ikan secara alami seperti cacing, kutu air, dan plankton. Kelebihannya kandungan gizi lengkap dan mudah dicerna ikan. Kekurangannya jumlah terbatas dan tidak bisa disiapkan dalam jumlah besar.
- Pakan Buatan/Pabrik: pakan yang sudah diformulasikan sedemikian rupa sehingga kandungan gizinya lengkap dan seimbang sesuai kebutuhan ikan pada setiap fase pertumbuhan. Kelebihannya praktis, pertumbuhan ikan cepat, dan konversi pakan baik. Kekurangannya harganya mahal dan biaya produksi tinggi.
- Pakan Alternatif: bahan-bahan sisa hasil pertanian dan perkebunan yang tersedia di sekitar lingkungan seperti dedak padi, ampas tahu, bungkil kacang, dan tepung ikan. Kelebihannya harganya murah dan mudah didapat. Kekurangannya kandungan gizi belum tentu lengkap dan kualitasnya belum konsisten.
 
2.3 Konversi Pakan dan Pertumbuhan Ikan
 
Rasio konversi pakan menunjukkan berapa kilogram pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu kilogram berat badan ikan. Semakin kecil angka konversi berarti semakin efisien pakannya. Faktor yang mempengaruhi nilai konversi pakan antara lain: kualitas pakan, ukuran ikan, suhu air, cara pemberian pakan, dan kualitas air. Pakan yang berkualitas baik biasanya memiliki angka konversi yang kecil.
 
2.4 Penelitian Terdahulu
 
Penelitian oleh Sari (2020) menunjukkan bahwa ikan nila yang diberi pakan pelet komersial tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan yang diberi pakan alami saja. Namun penelitian lain oleh Hidayat (2022) menyebutkan bahwa penggunaan pakan alternatif berbahan baku lokal yang dicampur dengan tepung ikan dapat menghasilkan pertumbuhan yang tidak berbeda jauh dengan pakan pabrik dengan biaya yang jauh lebih murah. Hal ini menunjukkan bahwa pakan alternatif memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama di daerah yang jauh dari pusat penyediaan pakan pabrik.
 
 
 
BAB III — METODOLOGI PENELITIAN
 
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
 
Penelitian dilaksanakan selama 60 hari, terhitung dari tanggal .................. sampai dengan tanggal .................. di Laboratorium Budidaya Perairan, Universitas ............................................
 
3.2 Alat dan Bahan
 
Alat: wadah pemeliharaan ikan berupa akuarium atau bak plastik berukuran 60×40×40 cm masing-masing sebanyak 12 unit, aerator, selang udara, batu aerasi, timbangan analitik, penggaris, termometer air, pH meter, wadah pakan, alat tulis, dan kamera dokumentasi.
 
Bahan: benih ikan nila dengan bobot rata-rata 5–7 gram dan panjang 4–6 cm sebanyak 240 ekor, air bersih yang sudah diendapkan minimal 24 jam, pakan pelet komersial ukuran butiran sesuai ukuran mulut ikan, tepung ikan, ampas tahu yang sudah difermentasi dengan ragi roti selama 48 jam, dan bahan baku pembuatan pelet sendiri berupa dedak padi, bungkil kacang, tepung ikan, dan air secukupnya.
 
3.3 Rancangan Percobaan
 
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan jenis pakan dan 3 kali ulangan:
 
- Perlakuan A: Pakan pelet komersial
- Perlakuan B: Pakan tepung ikan
- Perlakuan C: Pakan ampas tahu fermentasi
- Perlakuan D: Pakan pelet buatan sendiri (dedak + bungkil + tepung ikan)
 
3.4 Prosedur Penelitian
 
1. Siapkan 12 wadah pemeliharaan, isi dengan air yang sudah diendapkan, pasang aerasi agar oksigen terlarut terjaga
2. Masukkan masing-masing 20 ekor benih ikan nila ke setiap wadah, sesuaikan suhu air agar ikan tidak stres
3. Ikan diaklimatisasi selama 7 hari sebelum penelitian dimulai
4. Mulai berikan pakan sesuai perlakuan masing-masing sebanyak 3 kali sehari pada pukul 08.00, 13.00, dan 18.00
5. Jumlah pakan yang diberikan adalah 5% dari total bobot biomassa ikan per hari
6. Setiap 14 hari ikan ditimbang dan diukur panjangnya untuk mengetahui laju pertumbuhan, jumlah pakan disesuaikan dengan bobot terbaru
7. Air diganti sebanyak 30% setiap hari untuk menjaga kualitas air tetap baik
8. Pada akhir penelitian, timbang dan ukur semua ikan, hitung jumlah yang masih hidup, sisa pakan ditimbang untuk menghitung konversi pakan
9. Catat semua biaya yang dikeluarkan untuk masing-masing jenis pakan
 
3.5 Parameter yang Diamati
 
- Pertambahan Bobot Mutlak: Bobot akhir − Bobot awal (gram)
- Pertambahan Panjang Mutlak: Panjang akhir − Panjang awal (cm)
- Laju Pertumbuhan Harian: (Bobot akhir − Bobot awal) ÷ Lama penelitian (gram/hari)
- Rasio Konversi Pakan: Jumlah pakan yang dimakan ÷ Pertambahan bobot ikan
- Tingkat Kelangsungan Hidup: (Jumlah ikan hidup ÷ Jumlah ikan awal) × 100%
- Analisis Biaya: Perbandingan biaya pakan dengan keuntungan yang diperoleh
 
3.6 Analisis Data
 
Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA). Jika hasil berbeda nyata, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil pada taraf 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Data persentase kelangsungan hidup diubah terlebih dahulu menjadi bentuk arcsin sebelum dianalisis.
 
 
 
BAB IV — HASIL DAN PEMBAHASAN
 
4.1 Hasil Penelitian
 
Tabel 4.1 Hasil Pertumbuhan Ikan Nila pada Berbagai Jenis Pakan
 
Parameter Perlakuan A Pelet Komersial Perlakuan B Tepung Ikan Perlakuan C Ampas Tahu Perlakuan D Pelet Sendiri 
Bobot Awal (gram) 6,1 5,9 6,3 6,0 
Bobot Akhir (gram) 48,6 42,1 28,1 39,7 
Pertambahan Bobot (gram) 42,5 36,2 21,8 33,7 
Panjang Awal (cm) 5,2 5,1 5,3 5,2 
Panjang Akhir (cm) 14,8 13,5 10,9 12,9 
Pertambahan Panjang (cm) 9,6 8,4 5,6 7,7 
Laju Pertumbuhan Harian (gram/hari) 0,71 0,60 0,36 0,56 
Rasio Konversi Pakan 1,58 1,75 2,68 1,83 
Kelangsungan Hidup (%) 95 90 85 92 
Harga Pakan per Kg (Rp) 8.500 6.000 1.200 3.200 
 
4.1.1 Pertambahan Bobot Mutlak
 
Pertambahan bobot tertinggi diperoleh pada Perlakuan A (pelet komersial) yaitu 42,5 gram, diikuti Perlakuan D (pelet buatan sendiri) 33,7 gram, Perlakuan B (tepung ikan) 36,2 gram, dan terendah pada Perlakuan C (ampas tahu fermentasi) hanya 21,8 gram. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan gizi pakan sangat menentukan seberapa cepat ikan dapat tumbuh.
 
4.1.2 Pertambahan Panjang Mutlak
 
Pola pertambahan panjang ikan menunjukkan pola yang sama dengan pertambahan bobot. Perlakuan A menghasilkan pertambahan panjang tertinggi yaitu 9,6 cm, sedangkan Perlakuan C terendah hanya 5,6 cm. Semakin lengkap dan seimbang kandungan gizi pakan, semakin optimal pertumbuhan panjang ikan.
 
4.1.3 Rasio Konversi Pakan
 
Nilai konversi pakan terbaik diperoleh pada Perlakuan A yaitu 1,58, artinya dibutuhkan 1,58 kg pakan untuk menghasilkan 1 kg bobot ikan. Perlakuan D sebesar 1,83, Perlakuan B sebesar 1,75, dan Perlakuan C paling buruk yaitu 2,68. Semakin tinggi angka konversi berarti semakin banyak pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan pertambahan bobot yang sama, sehingga kurang efisien.
 
4.1.4 Tingkat Kelangsungan Hidup
 
Tingkat kelangsungan hidup ikan relatif tinggi pada semua perlakuan, berkisar antara 85% hingga 95%. Hal ini menunjukkan bahwa semua jenis pakan yang diujikan aman diberikan kepada ikan nila dan tidak menimbulkan kematian yang signifikan. Kematian yang terjadi umumnya disebabkan oleh faktor penyesuaian diri dan sisa pakan yang terurai di dasar wadah, bukan karena kualitas pakan yang buruk.
 
4.1.5 Analisis Biaya dan Keuntungan
 
Meskipun Perlakuan A menghasilkan pertumbuhan tercepat dan konversi terbaik, biaya pakan paling tinggi yaitu Rp 8.500 per kg. Jika dihitung total biaya pakan untuk menghasilkan 1 kg ikan, maka dibutuhkan biaya Rp 13.430. Perlakuan D dengan biaya pakan Rp 3.200 per kg membutuhkan biaya hanya Rp 5.856 untuk menghasilkan 1 kg ikan. Meskipun waktu panen sedikit lebih lama, keuntungan yang diperoleh jauh lebih besar dibandingkan menggunakan pakan pabrik.
 
4.2 Pembahasan
 
Perbedaan pertumbuhan ikan nila antar perlakuan disebabkan oleh perbedaan kandungan zat gizi, terutama kadar protein dalam masing-masing jenis pakan. Pakan pelet komersial diformulasikan dengan kadar protein sekitar 28–32% yang disesuaikan dengan kebutuhan optimal ikan nila pada fase pertumbuhan. Protein berfungsi sebagai bahan utama pembangun jaringan tubuh, sehingga semakin tinggi dan berkualitas protein dalam pakan, semakin cepat ikan dapat tumbuh.
 
Pakan tepung ikan juga memiliki kandungan protein yang tinggi, namun bentuknya berupa serbuk halus sehingga sebagian pakan terlarut dan terbuang ke air sebelum sempat dimakan ikan. Hal ini menyebabkan nilai konversi pakan menjadi lebih tinggi dibandingkan pelet komersial yang berbentuk butiran padat dan tidak mudah hancur di air.
 
Pakan ampas tahu fermentasi memiliki kandungan protein yang lebih rendah dan dominan berupa karbohidrat. Ikan nila membutuhkan protein yang lebih tinggi dibandingkan karbohidrat untuk pertumbuhannya. Kelebihan karbohidrat akan disimpan sebagai lemak, bukan diubah menjadi pertumbuhan tubuh. Inilah yang menyebabkan pertumbuhan ikan pada perlakuan ini paling lambat. Namun, ampas tahu fermentasi tetap bermanfaat sebagai pakan pelengkap karena harganya sangat murah dan tersedia sepanjang tahun di daerah penghasil tahu.
 
Pakan pelet buatan sendiri yang disusun dari campuran dedak, bungkil kacang, dan tepung ikan memberikan hasil yang cukup baik. Kandungan proteinnya berada di antara pakan pabrik dan ampas tahu. Keunggulan utamanya adalah biaya produksi yang jauh lebih murah karena memanfaatkan bahan baku lokal yang mudah didapat di sekitar lingkungan pembudidaya. Dengan komposisi yang tepat dan teknik pembuatan yang baik, pakan buatan sendiri dapat menjadi alternatif yang sangat menguntungkan secara ekonomi.
 
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hidayat (2022) yang menyatakan bahwa pakan buatan sendiri dengan bahan baku lokal dapat menghasilkan pertumbuhan yang bersaing dengan pakan pabrik namun dengan biaya yang jauh lebih rendah. Hal ini membuktikan bahwa pembudidaya tidak harus selalu bergantung pada pakan pabrik yang mahal, melainkan dapat memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitarnya untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan keuntungan usaha.
 
 
 
BAB V — PENUTUP
 
5.1 Kesimpulan
 
1. Jenis pakan memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pertumbuhan ikan nila. Pakan pelet komersial menghasilkan pertumbuhan tercepat, diikuti pelet buatan sendiri, tepung ikan, dan terendah pada ampas tahu fermentasi.
2. Pakan pelet buatan sendiri memberikan pertumbuhan yang cukup baik namun dengan biaya pakan jauh lebih ekonomis dibandingkan pakan pabrik, sehingga paling menguntungkan secara ekonomi.
3. Tingkat kelangsungan hidup ikan relatif tinggi pada semua jenis pakan yang diujikan, berkisar antara 85–95%.
 
5.2 Saran
 
1. Bagi pembudidaya yang mengutamakan kecepatan panen dan waktu singkat, disarankan menggunakan pakan pelet komersial.
2. Bagi pembudidaya yang ingin menekan biaya produksi dan memaksimalkan keuntungan, disarankan membuat pakan sendiri menggunakan bahan baku lokal yang tersedia di sekitar lingkungan.
3. Penelitian selanjutnya disarankan menguji komposisi campuran pakan buatan sendiri yang berbeda-beda untuk mendapatkan kombinasi kandungan gizi yang paling optimal dan ekonomis.
 
 
 
DAFTAR PUSTAKA
 
Departemen Kelautan dan Perikanan RI. 2020. Panduan Budidaya Ikan Nila. Jakarta: Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.
 
Hidayat, A. 2022. Pemanfaatan Bahan Baku Lokal sebagai Pakan Alternatif Ikan Nila. Jurnal Budidaya Perairan Indonesia, 14(2): 56–64.
 
Sari, D. K. 2020. Pengaruh Jenis Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Ilmu Perikanan, 12(1): 34–41.
 
Suryanto, H. 2019. Teknologi Pembuatan Pakan Ikan Berbahan Baku Lokal. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
 
Widyanti, R. dan Suwandi. 2021. Efisiensi Penggunaan Pakan Komersial dan Pakan Buatan Sendiri pada Budidaya Ikan Nila. Jurnal Agribisnis Perikanan, 8(1): 78–86.
 
 
 
LAMPIRAN
 
Lampiran 1. Foto Penelitian
Lampiran 2. Tabel Data Pengamatan Pertumbuhan
Lampiran 3. Hasil Perhitungan Statistik
Lampiran 4. Surat Izin Penelitian
 Web asyimakalah.blogspot.com
 
 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama